Monday, October 19, 2009

Simbahku Lungo Pasar

Ada pemandangan menarik dan khas ketika pagi-pagi saya pulang dari rumah mertua di Kediren.
Simbah-simbah dalam foto ini akan menuju pasar Krendetan (karena kebetulan waktu itu hari Sabtu). Dengan berlatar belakang suasana pagi itu mendung, saya mencoba mengambil gambar Simbah ini. Terlihat jelas guratan wajah yang sudah tua, namun mengisyaratkan sebuah perjuangan dalam menghadapi hidup. Pantang berpangku-tangan dan sangat pantang untuk tangan dibawah.


Tak jelas apa yang akan dijualnya dipasar Krendetan, namun dari peralatan yang dibawah mengisyaratkan simbah ini akan menjual sesuatu yang bisa di"ler" diatas tampah (tampah tahu khan......harus tau lah)
Dan aku sangat yakin klo simbah ini usianya sudah diatas 65 tahun. Sungguh usia yang tidak muda lagi namun menunjukkan semangat pantang menyerah dalm menghadapi hidup.
Kawan...salah satu diantara kita mungkin nduwe 'simbok' yang juga 'rajin' kepasar untuk berjualan. Karena dengan itulah simbok akan mendapatkan penghasilan untuk mencukupi keluarganya.


Potret inilah yang selalu mengingatkan kita, betapa perjuangan orang-orang tua kita sangatlah tidak mudah alias rekoso. Mangkane...sudah sangat sepantasnya kita mebalas semua kebaiakan orang tua kita. Seperti pepatah "njowo" yang bunyinya : MANGGUL DUWUR, MENDEM JERO

Salam,
Naji

2 comments: