Tuesday, September 9, 2008

Batu Bata


Bagi sebagian besar warga Bagelen, datangnya musim kemarau menjadi salah satu berkah tersendiri. Ya..karena pada saat kemarau ini banyak dari warga yang mempuyai kegiatan sampingan untuk menambah income mereka, yaitu membuat batu bata.
Aktifitas ini bisa jadi merupakan salah satu pilihan daripada nganggur. Saat ini untuk buruh membuat batu bata, per 1000 buah (belum dibakar) seseorang diberikan bayaran Rp. 125.000,-. Sedangkan untuk 1000 buah yang sudah dibakar dihargai Rp. 325.000,- (mahal atau murah)




Foto disamping ini adalah aktifitas yang mula-mula harus dilakukan, yaitu : "Ngluluh" atau menggemburkan tanah untuk dicampur dengan air dan didiamkan selama sekitar 10 jam sebelum bisa dicetak menjadi batu bata.



Ya....memang butuh waktu dan tenaga untuk menghasilkan uang dari membuat batu bata ini. Namun hal ini juga merupakan berkah tersendiri dimusim kemarau.

Foto-foto dibawah ini merupakan rangkaian kegiatan pembuatan batu bata.

Dan bagi rekan-rekan yang dulu pernah mengalami hal ini (termasuk saya).....itung-itung ini merupakan nostalgia....












Ini adalah foto aktifitas memadatkan isi cetakan agar batu bata-nya padat dan berisi


















Sedangkan ini adalah foto aktifitas finishing dengan tangan dan sedikit air agar permukaan atas batu bata bisa halus













[+/-] Selengkapnya...

Nostalgia TK, SD -ku dan masa kecilku

Hik.....hik....tak terasa sudah 24 tahun saya meninggalkan bangku TK alias Taman Kanak-Kanak. Namun bangunan itu masih kokoh berdiri. Ketika waktu itu, TK inilah tempat pertama kali saya mengeyam pendidikan formal. Meskipun saya harus menjalaninya 2 (dua) tahun, tapi terasa begitu berharga dan akan selalu terkenang. TK Pancasila namanya, dengan bimbingan dari Ibu-Ibu guru yang dengan sabar mendidik anak didiknya. Terima kasih Bu Tami (Bu Saliyo), Bu Kasiyah ( Bu Mantan Lurah)
Bersama rekan-rekan seangkatan...yang (entah) saat ini dimana dikau berada....but I miss you.


SD-Ku Somorejo ...yang saat ini digabung dengan SD Pinatak, memang hal ini harus dilakukan karena kekurangan murid dan juga rusaknya gedung sebagian gedung sekolah di SD Somorejo. Namun satu hal yang pasti.....di SD ini sudah banyak generasi penerus yang diluluskan dan tentunya bagi rekan-rekan yg pernah belajar disini, SD ini akan selalu menjadi kenangan









Ketika kemarin saya pulang, masih teringat dengan
jelas, ketika waktu itu (saya SMP), hampir setiap sore kita seumuran main sepak Takraw dilap. ini dan tidak ketinggalan kita juga main sepak bola. Meskipun hanya dengan bola plastik, namun kegembiraan senantianya terpancar dari kita semua. Masih teringat rekan-rekan : Nggono, Dedi, Sitas, Othol, Yono, Tusino, Priono, Warto, Sukri, Zul, Supri,Purwanto, Agus dan masih banyak lagi rekan-rekan yang lain.

Mungkinkah Nostalgia itu akan terulang...semoga




Dan...jalan inilah yang setiap hari aku lewati dulu, baik ketika akan berangkat seolah TK ataupun main bola di Lap. SD Pinatak. Dan....gardu siskamling itu, akan selalu terkenang. Ketika awal mula permainan karambol dikenalkan...aku dan rekan-rekan yg masih kecil harus rela menunggu sampai dengan 5 jam untuk bisa bermain 5 menit saja....



Tentunya rekan-rekan yang dulu sering main layangan...akan selalu ingat jalan ini....
Teman..aku rindu bertemu teman semua....

[+/-] Selengkapnya...

Thursday, August 28, 2008

Tradisi Ramadhan Tempo Dulu di Krendetan - Bagelen

Setiap menjelang bulan Suci Ramadhan, ada satu hal yang akan terus teringat oleh saya sampai kapanpun. Sebuah kisah anak-anak baru gede dari Nadri – Krendetan yang setiap tahun dilakoninya, tak ketinggalan saya waktu itu (kira-kira dari kelas 4 SD – 3 SMP).

Dengan suka cita, kita waktu itu menyambut datangnya bulan Suci Ramadhan ini. Berbagai kegiatan yang dilaksanakan dalam mengisi bulan Ramadhan ini, dari mulai jalan/lari pagi, tidur dimushola/masjid sampai dengan mainan Meriam Bambu (bisa kami sebut sebagai “Long”). Kegitan-kegiatan tersebut memang hanya kami lakukan ketika bulan Ramadhan saja.

Nah…mungkin bagi rekan-rekan yang seangkatan saya dan berasal dari daerah Krendetan dan sekitarnya mungkin tradisi ini akan terus terkenang. Kegiatan ini dimulai dari pagi hari setelah makan sahur dan sholat Subuh. Setelah sholat Subuh berjamaah, kita akan rame-rame untuk pergi ke jalan raya utama Purworejo – Jogja. Biasanya ada yang naik sepeda, jalan kaki dan juga lari-lari pagi. Target utama kita disamping ketemu rekan-rekan dari desa yang lain, kita akan “nongkrong” dijembatan Sungai Bogowonto. Walaupun jaraknya sekitar 4 km (PP) namun karena dilakukan pada saat pagi hari dan rame-rame tidak membuat capek atau lemes.

Kemudian siang hari setelah pulang sekolah, kita rame-rame kembali ngaji di Mushola atau Masjid. Kegiatan mengaji pada pak Kyai ini memang waktunya diganti menjadi siang hari selama bulan Ramadhan. Tak terbersit sedikitpun rasa lelah ataupun lapar, hal ini karena dijalankan berame-rame. Kegiatan Ngaji ini berlangsung sampai dengan jam 14.00 WIB. Setelah itu kita biasanya akan istirahat dulu sebentar di Mushola atau Masjid sampai dengan jam 15.00 WIB baru pulang kerumah masing-masing.

Sore harinya, kegitan kita mulai lagi dengan bermain meriam bambu atau yang sering kita sebut sebagai “Long Bambu”. Dengan hanya bermodalkan sebatang bambu yang besar dengan ukuran 1-1,5 m dan minyak tanah kita bisa bermain sampai sore dengan puas. Ya..meskipun kadang-kadang dimarahin tetangga karena mengganggu istirahat sore hari mereka, tapi hal ini cukup membuat kita gembira.

Malam harinya selepas buka puasa kita rame-rame lagi berangkat ke mushola atau masjid untuk melaksanakan sholat tarawih berjamaah dan dilanjutkan dengan Tadarus Al Qur’an sampai jam 23.00 WIB. Tadarus ini rutin kami lakukan dengan cara berkelompok. Masing-masing kelompok terdiri dari 4-5 orang, dimana satu orang membaca dan lainya menyimak bacaannya.

Setelah selsai Tadarus Al Qur’an, kita tidak pulang kerumah, namun kita biasa tidur berame-rame diserambi Mushola atau Masjid. Walaupun hanya beralaskan tikar pandan dan berselimutkan kain sarung yang sudah lecek dan kumal (maklum dicuci hanya seminggu sekali) kita bisa tidur dengan pulasnya. Nah....siapa yang akan membangunkan kita. Pak Kyai dengan sabarnya setiap jam 02.00 WIB akan membangunkan kita untuk pulang dan melaksanakan makan sahur dirumah bersama keluarga.

Sebuah tradisi yang syarat dengan kebersamaan, kesederhanaan dan juga religius yang rutin kami jalankan selama bulan puasa. Namun saat ini tradisi tersebut hampir tidak kita jumpai lagi. Sebuah budaya yang seharusnya kita pelihara dan lestarikan secara pelan tapi pasti tergerus oleh moderenisasi dan kemajuan jaman.

Mungkinkah akan kembali terwujud ketika nantinya generasi ini sudah berganti….semoga.
"Marhaban ya Ramadhan"

[+/-] Selengkapnya...

Saturday, August 23, 2008

Ngandul

Bagi sebagian besar penduduk Bagelen, kata-kata Ngandul pasti tidak asing lagi. Daerah yg berada disamping kali Bogowonto ini sangat indentik dengan dua hal, yaitu “Penek Ngandul” dan “Jembatan Kereta”. Ngandul juga merupakan perbatasan antara Kec. Bagelen dan Kec. Jenar.

Namun kali ini saya tidak akan mengupas perihal "Penek Ngandul" tapi akan mengupas masalah jembatan keretanya.

Menurut cerita yang saya terima dari (alm) bapak saya, bahwa jembatan ngandul ini (jembatan lama) sudah ada sejak bapak saya masih remaja. Artinya….jembatan ini sudah lama sekali. Dan ketika saya masih duduk dibangku SMP, sekitar tahun 1990-1993 sempat beberapa kali saya main disekitar jembatan Ngandul. Hal ini dikarenakan juga ada salah satu teman akrab saya yang rumahnya disebelah utara Jembatan Ngandul, yaitu Marwan. Waktu itu…saya seringnya diajak mandi dibawah jembatan kereta Ngandul oleh Marwan, tentunya pas musim kemarau bukan pas musim hujan. Waktu itu jembatan baru satu buah dan (mungkin) belum ada wacana Double Track (rel ganda) seperti yang sekarang ini. Fyi..jembatan lamanya juga masih berdiri kokoh dan masih bisa digunakan untuk lewat kereta api.

Ketika kemarin saya pulang ke Bagelen, saya menyempatkan diri untuk main lagi ke Jembatan Kereta Ngandul untuk melihat-lihat seperti apa saat ini (setelah sekitar 15 tahun tidak lihat)

Dibawah ini ada beberapa foto yang saya ambil di Jembatan KA Ngandul

- Ini foto jembatan yg baru
- Kakak dan adik....
- Disisi jembatan yang baru, dibuatkan jalan yg biasa digunakan oleh Petugas Pemeriksan Jalan



Naji-2008

[+/-] Selengkapnya...

Friday, July 25, 2008

Selayang Pandang

Rekan.....meskipun tidak bisa mengambil semua gambar tentang Bagelen, namun dalam waktu mudikku dua hari kemarin, aku sempatkan untuk mengambil foto-foto perihal Bagelen. Dengan harapan rekan-rekan bisa bernostalgia kembali atau sekedar mengingat masa lalu.

Dibawah ini ada beberapa foto, mulai dari Kantor Kecamatan Bagelen, Kantor Samsat Pembantu Bagelen, Pasar Krendetan, Patung Lambang Bagelen dan SMPN Bagelen.

1. Foto dibawah ini adalah Lambang dari Bagelen, yaitu Duren dan Kambing Etawa



2. Foto dibawah ini adalah kantor Samsat Pembantu Bagelen.





3. Foto dibawah ini adalah kantor Kecamatan Bagelen yg terletak di Jl. Jogja Km. 12. Bagelen

4. Foto dibawah ini adalah Pasar Krendetan yang merupakan Pasar kebanggan warga Bagelen
5. Nah..yang ini adalah SMP N Bagelen yg sekarang sudah berganti nama menjadi SMPN 17






Rekan...masih bersambung ya foto-foto yang lain belum sempet diupload.

[+/-] Selengkapnya...

Wednesday, July 16, 2008

"Buh Anyar" atau Jembatan Sungai Bogowonto

Salah satu yang mengingatkan kita akan Bagelen adalah Buh Anyar atau Jembatan Sungai Bogowonto. Karena setiap kita akan memasuki wilayah Kec. Bagelen, kita pasti akan melewati jembatan ini ( masyarakat Bagelen lebih familiar dengan istilah "Buh Anyar").

Buh Anyar ini pula yang digunakan sebagai batas wilayah antara kec. Bagelen dan kecamatan-kecamatan yang berada disebelah barat Bagelen.

Sampai dengan saat ini kondisi bangunan "Buh Anyar " masih berdiri kokoh...seolah menyambut kedatangan kita dan membuat kita akan selalu mengingat Bagelen Tercinta.

Saat ini ada dua buh yang berdiri kokoh, yaitu "buh" yang baru yang dilewati kendaraan-kendaraan besar dan "buh" yang lama yang hanya dilewati sepeda atau sepeda motor. Namun dalam musim kemarau seperti ini "buh" yang lama dijadikan tempat menjemur pada oleh masyarakat sekitar.

Berikut ini adalah beberapa foto yang akan menggambarkan kondisi "buh" saat ini, baik yang baru maupun yang lama.


Gambar 1. Buh Anyar dari sebelah timur (sedang ada truk yg melintas)

Gambar 2. Diatas Buh Anyar (yg baru)

Gambar 3. Buh Anyar (yg baru)

Gambar 4. Buh yg lama berdampingan setia dengan Buh yang baru

Gambar 5. Aktifitas menjemur padi di Buh yang Lama
Gambar 6. Aktifitas menjemur padi di Buh yang Lama (mas Kukuh dari Kediren sedang mengumpulkan padi yg pada sore hari)




Gambar 7. Aktifitas menjemur padi di Buh yang Lama



Gambar 8. Aktifitas menjemur padi di Buh yang Lama

Gambar 9. Anak-anak lagi bermain diatas buh yang lama
Gambar 10. Hore...itu pesawatku lewat lho...

Gambar 11. Tuh..kalo kamu mau lihat gnung Sarangan...ada disebelah sana

Gambar 12. Kokohnya tiang pondasi
Naji- 13 Juli 2008
Gambar ini saya ambul dengan Canon EOS 400 D


[+/-] Selengkapnya...

Sunday, July 13, 2008

Eksotisme Bagelen....part 1

Mudah...mudahan Foto ini bisa bercerita mengenai keindahan Bagelen..
Keterangan diatas gambar adalah menjelaskan gambar yg ada dibawahnya.....

Gambar 1. Sawah yang ditanami jagung disebelah barat rel kereta Api - Krendetan


Gambar 2. Bagusnya pemandangan "gumuk" dan Gn. Butak di Somorejo dan Tlogokotes

Gambar 3. Gn. Butak di Somorejo dan Tlogokotes (saya ambil gambar dari sawah utara Ds. Sembir - Somorejo)

Gambar 4. Tanah sawah Kauman - Bagelen yg mulai ditanami Pare dengan latar belakang pegunungan

Gambar 5. Sawah didekat Kauman dengan latar belakang pegunungan Sarangan - Krendetan



Gambar 6. Padi yang mulai menguning disebelah utara Cimanah

Gambar 7. Tanah endapan disungai Bogowonto yg ditanamai Tembakau dan aneka sayuran


Gambar 8. Tanah endapan disungai Bogowonto yg ditanamai Tembakau dan aneka sayuran (jagung). Gambar saya ambil dari jembatan sungai Bogowonto



Gambar 9. Tanah endapan disungai Bogowonto yg ditanamai Tembakau dan aneka sayuran


bagaimana??? percaya khan kalau Bagelen menyimpan Eksotisme pemandangan alam yang Bagus dan Menarik....

Naji...Bagelen 13 Juli 2008


















[+/-] Selengkapnya...