Friday, July 20, 2007

Bagelen ketika aku sekolah di SDN Somorejo.........

Sudah lebih dari 11 tahun aku meninggalkan Bagelen utk merantau di Bekasi. Namun kenangan akan kec. Bagelen ini tidak akan pernah luntur/hilang sampai kapanpun. Ada banyak kenangan yang terus akan teringat dan akan selalu saya ingat.

Berikut ini sedikit akan coba saya paparkan perihal Kec. Bagelenku.

- Ketika saya berada di SDN Somorejo (1984-1990).

Kondisi Bagelen waktu itu masih lumayan sepi, angkutan ke Purworejo dilayani dengan angkutan jenis Elf atau masyarakat lebih mengenal sebagai Engkel. Tarif waktu itu, kalau tidak salah adalah Rp. 300,- utk sekali perjalanan ke Purworejo. Mungkin pada masa ini saya tidak bisa banyak bercerita karena sayapun jarang bepergian. Ada hal yang menarik dan sangat kita tunggu-tunggu setiap tahun-nya, yaitu Upacara Peringatan HUT Kemerdekaan RI yang dilaksanakan di Lap. Singser ( sekarang Lap. SD Semawung). Kenapa kita-tunggu-tunggu.....Ya..karena disini setelah upacara bendera kita akan menyaksikan kesenian tradisional kuda kepang atau yang lebih populer kita sebut ”Jathilan”. Biasanya Jathilan dari Krendetan akan digabung dengan Jathilan dari Desa Somorejo.

Pada masa ini juga jembatan sungai Bogowonto (yang sekarang dipakai) dibangun. Saya masih inget sekali ketika waktu itu saya bermain dibawah jembatan lama sungai Bogowonto pada saat pembangunan jembatan yang baru. Waktu itu saya mendapatkan potongan besi yng besarnya sama dengan tangan saya, walaupun cuman sepanjang 10 cm.

Pasar Krendetan sebagai salah satu tempat transaksi terbesar yang ada dikecamatan Bagelen. Waktu itu masih belum seperti kondisi sekarang, yang jelas kendaraan belum seramai dan sepadat sekarang ini.

Oh..ya, waktu itu kalau aku sakit, aku akan berobat di Puskesmas pembantu yang berada disamping pasar Krendetan. Dan Bu Bidan Satinem-lah yang akan mengobati. Mau tau tarifnya...hanya Rp. 300,-/utk setiap pendaftaran. Murah khan......Ada satu kejadian yang sampai kapanpun akan selalu saya ingat, yaitu ketika saya akan disuntik karena sakit, Bu Bidan bilang ”Kamu jangan gerak-gerak ya, nanti jarum suntiknya patah didalam lho”kata bu Bidan. Inilah kata-kata yang sampai sekarang bikin saya trauma dengan jarum suntik. Hehehehehe...

Nah....untuk hiburan yang paling digemari waktu itu adalah film/layar tancep, tpi tidak semalaman lho. Film waktu itu hanya sekali putar. Itupun diselingi dengan jualan dulu lho..dari jualan Rokok, Jamu, Penyedap Rasa dll. Tempatnya adalah di Lapangan Singser (Sekarang lap. SD Semawung). Pada pentas film ini bisa ribuan pengunjung dari hampir seluruh desa di Bagelen lho.....

2 comments:

  1. SD ne malah saiki wis tutup, kalau SD Semawung masih ada muridnya...

    ReplyDelete
  2. sya jg dr bgelen.bpangsar.pucungan. lam jumpa.lam kenal

    ReplyDelete