Thursday, March 12, 2009

Sebuah Potret Kehidupan

Apa yang terpikir oleh rekan-rekan ketika melihat foto disamping ini ??. Ada kemungkinan :
- Kerja Keras
- Kasihan
- Atau masih banyaaaaak yang lain lagi.
Inilah sebuah potret kehidupan "nyata" yang ada disekitar kita di Purworejo atau-pun di Bagelen. Kalau dilihat usianya (kira-kira), lebih dari 70 th. Artinya simbah-simbah ini usianya jauh sekali diatas kita (dengan saya selisih 40 th jeeeee). Usia 70 th jelas sekali bukan usia produktif (meskipun dilihat dari seribu sudut pandang) ataupun usia muda (yang ini apalagi).
Tapi.....kenapa dan mengapa simbah-simbah ini mau melakukan-nya. Jawaban pasti hanya ada dibenak simbah-simbah ini saja. Saya dan rekan-rekan coba untuk menebak-nebak saja ya....

Ada hal yang pengin sedikit saya sampaikan....dengan harapan untuk membuka mata hati kita semua akan sebuah KERJA KERAS, PENGORBANAN dan juga SEMANGAT.
Potret simbah-simbah ini pasti akan banyak kita jumpai di Bagelen dan ini "Nyata". Khususnya ketika hari pasaran tiba (Rabu dan Sabtu). Banyak sekali sepeda-sepeda "Onthel" yang melaju dengan tenangnya (mungkin 10-20 km/jam) dari arah Kalirejo, Clapar, Somorejo, Bapangsari, Sembir, Bagelen, Bugel dan bisa jadi dari daerah yang lebih jauh semacam Dadirejo yang menuju ke Pasar Krendetan untuk menjual hasil pertanian dan juga hasil "Home Industri" (dimuat di "Kranjang Loper").
Apakah mereka yang mengayuh sepeda masih muda-muda ?? TIDAK, mereka yang menggenjot sepeda mayoritas sudah berumur alias "sepuh" alias "Tua" alias "Tuwo".
Kok mau ya....?? Khan capek, Khan Jauh, mana pagi-pagi khan masih dingin, belum sarapan, belum ngopi dan segudang pertanyaan yang (mungkin) ada dalam benak anak-anak sekarang ini.
Itulah namanya sebuah "KERJA KERAS", "PENGORBANAN" yang dilandasi dengan "KEMAUAN KERAS" dan "SEMANGAT" untuk mencukupi kebutuhan hidup. Hidup tidak hanya cukup dengan berpangku tangan dan Rejeki akan datang sendiri, hidup tidak cukup dengan "leha-leha", hidup tidak cukup hanya dengan "cuap-cuap". Untuk hidup dibutuhkan sebuah "semangat", "kerja keras", "pengorbanan" dan tentu saja dengan berperilaku Jujur.
Akankah kita yang muda-muda ini tidak bisa mengambil "Suri Tauladan" dengan contoh diatas ?? Ataukah kita hanya akan menjadi orang-orang yang selalu menjadi "parasit" dengan hidup selalu menggantungkan diri kepada orang lain.
Hanya kita-kita sendiri yang bisa jawab. Orang tua kita dengan sangat bijak sudah memberikan contoh yang baik. Tinggal kita sendiri yang akan memutuskan. Dan sekali lagi...Allah SWT tidak suka dengan orang yang malas dan hanya berpangku tangan saja.
Semoga tulisan ini bisa membuka mata hati kita semua untuk selalu dan selalu mensyukuri apa yang sudah diajarkan oleh orang tua kita tentang hidup dan kehidupan dan juga anugrah yang sudah diberikan oleh Allah SWT.
Terakhir....inilah (mungkin) potret dari orang tua kita dalam usaha membesarkan anak-anaknya, sehinga sudah sepastasny kita kerkewajiban membalas apa yang sudah orang tua berikan kepada kita semua.
Salam,
Naji

2 comments: