Wednesday, November 28, 2007

Pertelon Bagelen

Bukan merupakan warga Bagelen kalau sampai tidak tahu pertelon Bagelen. Ya…salah satu lokasi Bagelen yang banyak diingat orang adalah pertelon Bagelen. Sebenarnya istilah kata "pertelon" adalah dari kata "telu" yang artinya tiga. Secara keseluruhan arti dari pertelon Bagelen adalah pertigaan.

Kalau kita dari arah Purworejo, pertelon Bagelen ini hanya sekitar 500 m dari jembatan sungai Bogowonto. Tepatnya berada di Jl. Jogja Km. 11 – Bagelen.

Ya….pertelon Bagelen adalah pertigaan yang memisahkan jalan yang menuju Porwokerto/Purworejo dan jalan menuju Kalirejo/Kemanukan. Lokasi pertelon Bagelen ini merupakan jalur pembuka jika kita akan menuju daerah dataran tinggi di Bagelen. Akan sangat gampag untuk mengetahui dimana lokasi pertelon Bagelen ini. Soalnya diarena pertelon Bagelen ini dibangun tunggu tugu yang diatasnya bertengger patung Kambing Etawa dan Durian.

Orang Bagelen pasti setuju jika salah satu hal yang khas dari pertelon Bagelen ini adalah Warung Mbah Kariyo Ndongong (alm). Salah satu warung yang sangat terkenal bagi siapa saja yang sempet mampir dan ngaso dipertelon ini. Nah….di warung mbah Karyo ini, kita bisa mendapatkan satu paket nasi rames + es teh manis dengan harga yang sangat murah. Waktu itu, pelanggan yang paling banyak ada sopir truk, termasuk aku juga lho….. Soalnya hanya dengan uang Rp. 1.000,- saja waktu itu sudah bisa mendapatkan sepiring nasi + gending ayam + sayur daun singkong + es teh manis. Dulu, sekitar tahun 1995-1996 hampir seminggu sekali saya makan diwarung makan Mbah Kariyo ini.

Dahulu kala, ketika saya SD dan SMP (sekitar tahun 1990-an), setiap 17 Agustusan, di lokasi ini (tepatnya didepan kantor Pos dan Giro Bagelen) diadakan pentas seni yang diisi oleh penampilan dari berbagai SMP yang ada di Bagelen. Pada acara pentas ini, hamper dipastikan warga Bagelen akan berbondong-bondong untuk datang dan menonton acara ini. Namun seiring perkembangan jaman, saat ini pentas seni tidak dilakukan lagi dilokasi pertelon Bagelen ini.

Nah..bagi teman-teman yang akan berkunjung ke daerah Kemanukan, Piji, Soko di pertelon Bagelen-lah bis 3/4 yang akan mengantar ke tujuan ini berhenti/ngetem.

Oh ya….pertelon Bagelen akan berubah menjadi lokasi pasar duren yang banyak diserbu orang manakala panen durian tiba. Di pertelon Bagelen ini tiba-tiba menjadi lokasi yang sangat ramai. Banyak bermunculan pedagang duren musiman yang menjual duren yang dihasilkan dari daerah yang ada di Bagelen. Duren yang dijual dipertelon Bagelen ini biasanya disupply dari daerah Sokoagung, Kaliagung, Kalirejo dan Somongari. Duren yang dijual dipertelon Bagelen ini sangat terkenal kelezatannya, bahkan tidak jarang orang yang lewat jalur Jogja – Purwokerto ini mampir ke pertelon Bagelen ini untuk menikmati lezatnya duren Bagelen.

Pertelon Bagelen dulu dan kini (setelah 12 tahun) tidak banyak mengalami perubahan. Lokasi itu banyak sekali meninggalkan kesan dihampir semua warga Bagelen. Disebelah kanan (arah dari Jogja) masih berdiri kokoh bangungan kantor Pos dan Giro Bagelan, disebelah Kantor Pos dan Giro Bagelen masih juga bangunan Koramil Bagelen. Warung-warung yang ada disekitar pertelon Bagelen juga masih ada. Di depan warung, berdiri bangunan semi permanent yang digunakan untuk berteduh tukang-tukang ojek.

Dibangunan ini pula pedangang duren musiman akan menggelar daganganya manakala musim durian tiba. Yang berubah hanya disamping kiri jalan, saat ini sudah berdiri ruko-ruko yang digunakan sebagai lokasi bisnis ( Kios Phone, Bengkel Motor dan warung).

Disamping pertelon Bagelen ini pula sampai saat ini masih berdiri dengan kokoh bangunan SMEA PGRI Bagelen. Disinilahlah saya mengeyam pendidikan tingkat atasnya selama 3 (tiga) tahun. Walaupun hanya SMEA di level kecamatan, tapi SMEA PGRI Bagelen ini termasuk yang disegani di kab. Purworejo.

Oh ya..hampir kelupaan, salah satu ciri lagi dari pertelon Bagelen ini adalah dokar atau delman. Alat transportasi ini sampai sekarang masih ada dan menjadi salah satu angkutan yang digunakan oleh banyak warga Bagelen, khususnya warga yang berdomisli di daerah Kalirejo.

Oh ya….sampai disini dulu ya…sekali lagi, Bageleb tetap menjadikan tempat dimana aku akan selalu ingat dan akan kembali lagi. Hidup Bagelen….

Bekasi- tengah malam

4 comments: