Friday, May 22, 2009

Pohon Kehidupan

Saya sangat yakin..dari judulnya saja kita semua sudah sangat paham perihal manfaat atau kegunaan dari pohon ini. Yap...Pohon Kelapa atau yang sering kita sebut sebagai "wit kambil" atau "wit krambil" alias "wit klopo". Pokoe...apa saja boleh untuk nyebut pohon yang penuh manfaat bagi umat manusia ini...khusunya warga Bagelen. Allah menciptakan pohon ini tidak ada yang sia-sia dari mulai akar sampai ujung daun-nya.


Coba kita urutkan dari foto dibawah ini.

Batang Pohon : Saat ini sangat dicari oleh tukang kayu, karena harga jualnya yang sangat bagus. Terutama untuk pohon-pohon kelapa yang lurus (tegak) dan sudah berumur puluhan tahun. Disamping utk "blandar", saat ini kecenderungan dibuat "soko" atau "tiang". Tiang dari batang kelapa yang sudah dibuat sedemikian rupa (dialusi dan di vernis) harganya cukup mahal lho..Makanya tidaklah heran jika saat ini di wilayah Bagelen, khususnya Krendetan agak susah ditemukan pohon kelapa yang memang sudah berumur puluhan tahun.



Daun dan Kelapanya : Ini adalah bagian penting (boleh dibilang terpenting) dari pohon kelapa. Coba kita lihat satu per satu.

Daun kelapa sangat banyak gunanya : Daun yang muda bukan "daun muda-loh"(janur kuning) bisa digunakan untuk ketupat, dekorasi manten (jadi inget mbiyen..jamane dadi penganten...hihihi), "getepe", sapu dan juga kayu bakar ("blarak dan blungkeng-e")

Dan..ada lagi yang tidak boleh ketinggalan, yaitu buat Sapu Lidi atau "sapu sodo".

Nah..trus Kelapanya : Wah yang ini semua juga sudah pada paham-lah. Sebagian besar warga Bagelen juga mengandalkan hasil kelapa ini sebagai salah satu "main income" walaupun tidak setiap bulan bisa dipanen. Beberapa bulan yang lalu, harga per butirnya (ukuran besar) mencapai Rp. 1.500,-. Namun yang jadi kendala adalah hasil produksi kelapanya yang sangat kurang, apalagi pas kemarau.....


Nah...klo yang diabawah ini bukan kelapa atau daun-nya tapi Nira atau "legen-nya" yang bisa menghasilkan gula merah/gula kelapa.

Mungkin tidak kurang dari 40 % penduduk Bagelen menggantungkan hidupnya dari "nderes" ini. Salah satunya adalah (alm) bapak-ku yang dulunya juga "nderes". Nderes merupakan kegiatan harian yang sifatnya rutin alias harus dijalankan setiap pagi dan sore.

Namun saat ini, disamping hasilnya yang cenderung menurun drastis...orang nderes bisa juga karena "terpaksa" karena tidak ada lapangan pekerjaan. Jadinya, meskipun sedikit hasilnya namun tetap ditekuni karena "tiada" pilihan atau alternatif lain. Padahal mengenai faktor resikonya....tidak sedikit yang akhirnya harus menemui Sang Khaliq karena terjatuh dalam ritual rutin ini.


Dan..ujung-ujungnya, marilah kita lestarikan pohon kehidupan ini agar Bagelen slalu Ijo Royo-Royo dan juga Gemah Ripah Loh Jinawi. Jangan sampai suatu ketika cucu-cucu atau cicit-cicit kita hanya akan tahu dari cerita perihal pohon kehidupan ini karena sudah habis ditebang oleh kita-kita semua.

Dan yang tidak kalah pentingnya...mungkinkah setiap kita pulang kampung kita bisa menanam satu pohon kelapa ini ??? Saya sangat yakin kita mampu untuk hal ini.....

Salam,

Naji, BA (Bagelen Asli)

1 comment: